Partai Gerindra pada beberapa kesempatan menyebut bahwa akan membentuk koalisi dengan PKB dalam waktu dekat. Direktur Eksekutif INDOSTRATEGIC, Ahmad Khoirul Umam, Ph.D, memprediksi bahwa dalam pembentukan koalisi tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akan lebih melirik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketimbang Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau biasa dikenal dengan Cak Imin dalam skema duet Capres-Cawapres di Pilpres 2024.
Namun demikian, Umam mengatakan, upaya menyandingkan Prabowo-Khofifah berpotensi terganjal oleh sejumlah realitas politik.
Pertama, Khofifah tidak memiliki rumah politik yang jelas. Kendati punya kedekatan sejarah dengan partai Islam seperti PKB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mantan Menteri Sosial itu justru diusung oleh Demokrat dan Golkar di Pilkada Jatim 2018. Kedua, lanjut Umam, PKB sebagai partai yang akan berkoalisi dengan Gerindra diprediksi akan terus menawarkan nama Cak Imin sebagai cawapres. Ketiga, suara Nahdliyin berpotensi terbelah di 2024 dan tidak sesolid saat Pilpres 2019, ketika politik identitas menguat dan Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin jadi cawapres Joko Widodo.
“Indikator ketidaksolidan basis massa Nahdliyin di 2024 mendatang ditandai oleh tersulutnya akar konflik antara elite PKB dan elite PBNU, hingga tidak adanya nama tunggal yang berpotensi menjadi pemersatu kekuatan Nahdliyin pada Pilpres 2024 mendatang,” kata Umam. Oleh karenanya, menurut Umam, sekalipun menggandeng tokoh dari kalangan NU, Prabowo diprediksi belum tentu menang pilpres. “Menyandingkan Prabowo dengan tokoh dari Nahdliyin, belum tentu menjamin kemenangan di Pilpres 2024, sebagaimana kemenangan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 lalu,” lanjutnya.
Gerindra berencana menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 13 Agustus 2022. Dalam rapimnas itu, Gerindra akan mendeklarasikan ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden Pemilu 2024. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, rapimnas tersebut sekaligus akan meresmikan koalisi antara partainya dengan PKB. “Pertemuan dengan pihak PKB kemarin itu juga sudah kesepakatan, akhirnya kemudian rapimnas pencapresan dan pengumuman koalisi akan dilakukan pada tanggal 13 agustus, hitung-hitungan hari baiknya begitu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Kendati acara tersebut akan dihadiri oleh Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar, Dasco belum bisa memastikan apakah koalisi ini bakal menduetkan Prabowo dan Imin sebagai pasangan capres cawapres.
Artikel ini disalin dari artikel Kompas.com dengan judul “Bukan Cak Imin, Prabowo Diprediksi Bakal Lirik Khofifah buat Duet di Pilpres 2024”. Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2022/07/28/20051161/bukan-cak-imin-prabowo-diprediksi-bakal-lirik-khofifah-buat-duet-di-pilpres?amp=1&page=2
—
Editor: JDP
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam menanggapi mundurnya Airlangga…
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menilai kontrol pemerintahan (checks and balances) akan…
Ahmad Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC) menilai, pasca penetapan…
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam berpandangan, Presiden Joko…
Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam merespons pertemuan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrat…
Pada IPO edisi Oktober 2023 ini, kami membahas mengenai polemik dan dinamika politik pasca putusan…